Hot Todays

Tampilkan postingan dengan label Berita Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Bola. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2011

10 Kiper Terbaik Di Dunia Sepanjang Sejarah

1. Dida (Brasil)
Dida (Brasil)
VolcomNews - Setelah Claudio Taffarel, Dida menjadi kiper baru asal Brasil yang diperhitungkan dalam dunia sepakbola. Hal itu terbukti saat dirinya menjadi kiper pertama dari tim Samba yang termasuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or di tahun 2003 dan 2005.

Biarpun Dida telah memenangkan Piala Dunia bersama Brasil, dan berbagai gelar domestik & internasional bersama AC Milan, sayangnya ia juga dikenal akibat beberapa insiden yang kurang baik. Yang terakhir adalah saat ia pura-pura jatuh dan terluka saat disentuh oleh seorang suporter Glasgow Celtic di pertandingan Liga Champions.

2. Dino Zoff (Italia)
Dino Zoff (Italia)
Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Selain itu, ia juga menjadi kiper kedua yang menjadi kapten di tim yang juara, dan juga terpilih menjadi kiper terbaik. Padahal di awal karirnya, ia sempat ditolak oleh Inter Milan dan Juventus karena dianggap kurang tinggi. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).

3. Edwin van der Sar (Belanda)
Edwin van der Sar (Belanda)
Saat van der Sar memblok tendangan Nicolas Anelka di final Liga Champions, ia benar-benar menjadi momok bagi pemain Chelsea saat adu penalti. Hal itu karena di ajang Community Shield sebelumnya, ia juga telah melakukan hal yang sama dengan menepis semua tendangan penalti yang dilakukan pemain The Blues. Van der Sar menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai kiper yang menjuarai Liga Champions bersama dua klub yang berbeda, yaitu Ajax Amsterdam dan Manchester United.

4. Gianluigi Buffon (Italia)
Gianluigi Buffon (Italia)
Nilai transfer yang menjadikannya kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon (foto) menjaga gawang di lapangan hijau. Selain itu, sederet gelar individual yang diraihnya dari berbagai pihak juga menjadi jaminan atas kemampuannya. Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.

5. Gordon Banks (Inggris)
Gordon Banks (Inggris)
Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, ia baru menjadi legenda di dunia sepakbola lewat tindakan yang dilakukannya empat tahun kemudian di Piala Dunia Meksiko. Saat Inggris bertanding melawan Brasil, Pele menanduk bola ke tiang jauh gawang Inggris sambil berteriak “Gol!”. Hal itu dilakukannya karena ia sangat yakin Banks tidak dapat menyelamatkan gawangnya. Tetapi Banks yang berada dalam posisi yang salah, berhasil melompat ke arah yang berlawanan dan menyentuh bola tersebut dengan sebagian ibu jarinya hingga bola itu mental melewati mistar gawang. Sang kiper tahu ia dapat menyentuh bola, namun berpikir bolanya masih melewati garis gawang. Ia baru sadar tidak terjadi gol setelah mendengar sambutan dari penonton di stadion dan diselamati oleh kapten Bobby Moore. Pele sendiri mengatakan kalau penyelamatan yang dilakukan Banks tersebut adalah yang terhebat yang pernah ia saksikan.

6. Iker Casillas (Spanyol)
Iker  Casillas (Spanyol)
Ia baru berusia 27 tahun, tetapi telah tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa. Walaupun ia baru bermain di tim senior Madrid sejak 1999, ia kelihatannya selalu menjadi pilihan pertama Los Merengues di bawah mistar. Di usianya yang ke-19, Casillas menjadi kiper paling muda yang tampil di final Liga Champions saat Madrid mengalahkan Valencis 3-0.

7. Lev Yashin (Uni Soviet)
Lev Yashin (Uni Soviet)
Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan.
Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan. Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.

8. Peter Schmeichel (Denmark)
Peter  Schmeichel
Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus. Tingkat refleksnya yang mengagumkan bagi orang seukuran dia, serta kemampuannya mengubah pertahanan menjadi penyerangan langsung lewat lemparan jauhnya ke para penyerang, menjadi salah satu alasan utama mengapa United menjadi tim yang mendominasi Liga Primer Inggris di era 90an.

9. Petr Cech (Republik Ceko)
Petr Cech (Republik Ceko)
Ketika Chelsea menjadi juara Liga Primer selama dua kali berturut-turut, banyak pihak menganggap itu adalah akibat dari tangan dingin Jose Mourinho. Tetapi yang berada di bawah mistar The Blues adalah Cech, yang baru dibeli dari Rennes dan tadinya akan dijadikan cadangan Carlo Cudicini. Saat Cech harus absen selama tiga bulan akibat benturan dengan pemain Reading Stephen Hunt, Chelsea gagal mempertahankan gelar Liga Primer. Insiden tersebut membuat Cech harus mengenakan pelindung kepala hingga sekarang. Cech menjadi kiper terbaik 2008 pilihan UEFA, dan walaupun sempat membuat blunder di Euro 2008 saat melawan Turki, ia tetap menjadi pilihan pertama di tim nasional Republik Ceko dan juga Stamford Bridge.

10. Rinat Dasayev (Uni Soviet)
Rinat Dasayev (Uni Soviet)
Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final. Dasayev yang dijuluki “Tirai Besi” dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990. Terakhir ia tampil di Luzhniki Stadium saat final Liga Champions Mei lalu dengan membawa piala tersebut ke lapangan. Hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai duta final itu di Moskwa.

Sabtu, 28 Mei 2011

Prediksi Skor Pertandingan Manchester United vs Barcelona (Final Liga Champion 2010/2011)

Hanya terpisahkan dua musim, Minggu (29/5) dinihari WIB, Barcelona dan Manchester United kembali berjumpa di final Liga Champion 2010/11. Dengan berbagai perubahan komposisi sarta permutasi pemain, raksasa Negeri Matador dan Negeri Big Ben ini justru sama-sama optimistis menatap matras sepak bola antarklub terwahid Benua Biru tersebut.

Wembley Stadium,Manchester United,Barcelona,Liga Champions,Final Liga Champions,Sepak Bola

Figur yang meninggalkan Camp Nou pascafinal di Roma 2009 terbilang penting. Di pos bek, Kolo Toure kini berseragam Manchester City, sedangkan di depan Samuel Eto'o dan Thierry Henry sekarang berbalut jersey Inter Milan dan New York Bulls.

Sementara itu, kubu Manchester United tidak lagi dibela Cristiano Ronaldo dan Carlos Tevez, kolektor 26 dan 19 gol pada musim tersebut. CR7 memecahkar rekor transfer sejagat tatkala hengkang ke Real Madrid. Carlito menyebrang ke ke City, rival sekota United, yang belakangan menjelma menjadi kekuatan baru Inggris.

Secara logika, kepindahan sosok-sosok krusial ini memengaruhi kinerja Barca maupun MU. Setidaknya inilah yang diprediksi para pundit daratan Eropa. Namun, faktanya eksodus di pos penyerang ini justru memaparkan kenyataan bahwa baik Barca maupun MU justru lebih solid.

Khusus musim ini, bukti sahih terlihat jelas dari gelar Primera Division La Liga disabet Barcelona. Pun trofi Premier League yang direngkuh Manchester United. Artinya, para pengganti yang didatangkan sanggup menambal lubang dengan sempurna. Di samping itu, mayoritas materi tak banyak berubah telah mengalami proses pendewasaan.

Menurut punggawa di kamp Barcelona, hilangnya CR7 justru membuat MU lebih merdeka. "Permainan United kini lebih sulit ditebak karena ketiadaan Ronaldo. Mereka telah menciptakan sekumpulan pemain yang selain seimbang, juga lebih kuat dibandingkan dengan dua musim lalu," ujar Dani Alves, bek kanan Barcelona.

Xavi Hernandez dan David Villa pun sependapat. Menurut sang dirigen dan bomber utama Barca itu, MU kini bergerak sebagai satu kesatuan utuh. "Banyak pemain datang dan pergi, tapi MU tetap bisa berada di level tertinggi," kata Villa. "United mungkin tidak tampil lugas seperti dulu, sekarang mereka lebih menyukai penguasaan bola," timpal Xavi.

Barcelona dan Manchester United datang ke final dengan statistik mengagumkan. Barcelona menjadi tim paling jago dalam penguasaan bola dengan 62 persen. Sedangkan Manchester United menduduki urutan kedua dengan 58 persen.

Berkaca pada kekalahan di Roma, pastinya MU berada pada posisi lebih ngotot guna membalas skor 0-2 kala itu. Sir Alex Ferguson pun tentu memahami betul ambisi membubung setiap personelnya. Namun, akibat situasi seperti ini, bisa jadi Fergie malah sulit membentuk formasi ideal di Wembley.

"Bukan pekerjaan mudah memilih pemain karena kami ingin memenangi laga. Semua pemain memahami hal ini. Saya menyusun tim karena alasan yang jelas dan saya melakoni pergantian pemain karena alasan yang jelas pula. Satu-satunya hal yang memiliki arti di klub ini adalah kami bisa menang. Tapi, jika gagal pun kami tak perlu duduk merenung. Bisa saja tantangan terbesar kami ada pada musim-musim depan," ungkap Fergie.

Pilihan akhir Fergie jelas dimaksudkan untuk melumpuhkan Barcelona. Mengingat salah satu titik lemah Barca ada di sektor antisipasi serangan balik, baka bukan mustahil pemain berkecepatan tinggi di kedua sayap maupun di lini depan yang akan ditunjuk. Antonio Valencia, Park Ji Sung, Wayne Rooney, dan Javier Hernandez punya kans besar mengawali laga.

Sebaliknya, Pep Guardiola seperti biasa akan mengoptimalkan starting eleven andalan. Diistirahatkannya para punggawa semisal Xavi, Villa, Messi, Iniesta dan Puyol pada dua jornada terakhir memberi sinyal kuat bahwa Pep mengharapkan kebugaran mereka untuk menang di waktu normal.

Komposisi inti Barca punya peluang sedikit besar kembali menang, apalagi jika mampu mencetak gol lebih dulu. Namun, jika MU bisa memaksa laga molor hingga perpanjangan waktu, materi senior di bangku cadangan macam Paul Scholes bisa menjadi pembeda.

Head to Head Barcelona vs Manchester United :
27 Mei 2009 (LC) Barcelona 2-0 Manchester United 
29 Apr 2008 (LC) Manchester United 1-0 Barcelona
23 Apr 2008 (LC) Barcelona 0-0 Manchester United 
25 Nov 1998 (LC) Barcelona 3-3 Manchester United 
16 Sep 1998 (LC) Manchester United 3-3 Barcelona
02 Nov 1994 (LC) Barcelona 4-0 Manchester United
19 Okt 1994 (LC) Manchester United 2-2 Barcelona
15 Mei 1991 (PW) Manchester United 2-1 Barcelona
21 Mar 1984 (PW) Manchester United 3-0 Barcelona
07 Mar 1984 (PW) Barcelona 2-0 Manchester United

Lima Pertandingan Terakhir Barcelona :
21 Mei 2011 (LL) Malaga 1-3 Barcelona 
15 Mei 2011 (LL) Barcelona 0-0 Deportivo La Coruna 
11 Mei 2011 (LL) Levante 1-1 Barcelona 
08 Mei 2011 (LL) Barcelona 2-0 Espanyol 
03 Mei 2011 (LC) Barcelona 1-1 Real Madrid 

Lima Pertandingan Terakhir Manchester United :
22 Mei 2011 (EPL) Manchester United 4-2 Blackpool
14 Mei 2011 (EPL) Blackburn Rovers 1-1 Manchester United 
08 Mei 2011 (EPL) Manchester United 2-1 Chelsea 
04 Mei 2011 (LC)  Manchester United 4-1 Schalke 04
01 Mei 2011 (EPL) Arsenal 1-0 Manchester United 

Prediksi susunan dan Formasi pemain Barcelona vs Manchester United:

Barcelona (4-3-3): 1-Víctor Valdés; 22-Éric Abidal, 3-Gerard Piqué, 5-Carles Puyol, 2-Daniel Alves, 8-Andrés Iniesta, 16-Sergio Busquets Burgos, 6-Xavi, 17-Pedro, 10-Lionel Messi, 7-David Villa Sánchez.
 Cadangan: 13-Pinto, 19-Maxwell, 21-Adriano, 19-Gabi Milito, 14-Mascherano, 15-Keita, 20-Afellay, 30-Tiago.

Manchester United (4-4-2): 1-Edwin van der Sar, 3-Patrice Evra, 5-Rio Ferdinand, 15-Nemanja Vidic, 20-Fabio, 13-Park Ji-Sung, 11-Ryan Giggs, 16-Michael Carrick, 25-Antonio Valencia, 14-Javier Hernandez, 10-Wayne Rooney.
Cadangan: 29-Kuszczak, 23-Evans, 12-Smalling, 21-Rafael, 8-Anderson, 17-Nani, 18-Scholes, 9-Berbatov.


Prediksi Skor : 2 - 0

Advertisements

Advertisements